Festival Teater Anak 2014

.........

Saksikan Festival Teatar Anak 2014 "Kitalah Bintang Damai" di Lembaga Indonesia Perancis, Jl. Sagan no 3. Mulai hari Selasa s/d Kamis jam 19.00 s/d selesai. 
Menampilkan Teater Anak SD Golo, Teater Anak SD Bhineka Tunggal Ika, Teater Anak SMP Tumbuh, Teater Anak SMP Joannes Bosco, Teater Anak SMA 10, Teater Anak SMK Piri 1, Teater Anak Kampung Juminahan, Teater Anak Kampung Jagalan dan Teater Anak Kampung Ledok Tukangan

 

 

Info Lebih Lanjut More Info:

@anak_wayang_ind

Pin bb:2869C7C7 (Cesar) 

Tlpn : 081227578116 & Nova 085643217481

 

 

Hits (10)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00
Jelajah Rumah Ibadah

ICCO

Pura Hindu- 12 November 2013 Photo credit: Nova Rachmad

Pada tanggal 12 November 2013, Siswa SDN Golo dan SD Bhineka Tunggal Ika Yogyakarta, melakukan kegiatan yang bertema "Jelajah Rumah Ibadah". Mereka Mendatangi pura, klentheng, masjid dan gereja di wilayah kota Yogyakarta. Para siswa diajak untuk mencari tahu mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan agama dan beberapa rumah ibadah tersebut. Mereka didorong agar dapat terbuka terhadap perbedaan agama.

 

Hits (10)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00
Membangun Perdamaian Dalam Perbedaan Part 2

Suparjo (Suara Perdamaian Remaja Jogja)

Perbedaan fisik,seringkali dijadikan dasar untuk mengidentifikasi perbedaan ras. secara awam kita sering sekali menggolongkan ras berdasarkan warna kulit:ras kulit hitam,putih dan kuning. secara umum namun lebih spesifik, ras di bedakan menjadi: RAs Khoisan  (orang bushmen atau hottentot dari afrika selatan).ras australid (orang dravida, orang asia tenggara Asli,orang papua, dan orang australia). ras negroid (kulit hitam)ras mongoloid (kulit kuning). namun Masih Banyak klasifikasi ras selain yang di sampaikan di atas. bangsa indonesia, oleh beberapa ahli di golongkan dalam ras kulit kuning (mongoloid).

perbedaan ras seringkali menimbulkan efek secara psikologis dan sosial. misalnya saja, seringkali orang indonesia menganggap bahwa ras kaukosoid seperti bangsa eropa dan amerika lebih unggul dibanding bangsa indonesia. ungkapan yang menunjukkan hal itu misalnya 'wah pinter e, karang yo londo' ungkapan seperti itu sering kali muncul saat kebutulan melihat orang barat kebetulan menunjukkan kepintarannya. selain itu, dalam relasi sosial seringkali karakter cantik atau ganteng didefinisikan sebagai sosok yang berkulit putih,tinggi,berhidung mancung dan berbibir merah. bukankah karakter tersebut secara tidak langsung merujuk pada ras tertentu?

kira-kira darimana pemikiran di atas berasal? apakah ras kaukosoid benar-benar pintar dan tidak pernah bodoh? darimana asal pendapat bahwa cantik dan ganteng itu harus putih dan mancung? apakah kalian belum pernah melihat sosok cantik dan ganteng yang kebutulan tidak putih juga tidak mancung ? 

Kecerdasan manusia, dibentuk dari stimulus yang masuk pada dirinya dari lingkungan, ras bukanlah factor yang menentukan kecerdasan dan kecantikan seseorang.lihat saja kontes kecantikan tingkat dunia mereka berasal dari ras dan semua memiliki kecantikan yang luar biasa. bangsa indonesia juga memiliki tokoh  yang memiliki kecerdasan luar biasa.seseorang tokoh besar dunia, yang menyatukan negara-negara di benua  afrika dan asia saat itu membangun dunia berpadu mewujudkan perdamaian melalui konferensi asia afrika.

Oleh:Eva Mutiara

Hits (10)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00
Membangun Perdamaian Dalam Perbedaan Part1

Suparjo ( Suara Perdamaian Remaja Jogja)

Saya Adalah Seorang Perempuan Berkulit sawo matang,rambut lurus,wajah bulat,hidung pesek dan biji mata hitam.sahabat saya perempuan juga,memiliki ciri umum persis seperti yang saya tuliskan di atas. suku bangsa saya jawa asli,sebab ayah ibu saya juga nenek dan kakek hingga tiga generasi di atas saya (mungkin lebih) dari jawa juga. sementara,sahabat saya keturunan suku bangsa wilayah indonesia timur (daerah Flores).

    suku bangsa yang berasal dari jawa, lebih khususnya yogyakarta di kenal sebagai masyarakat penyuka manis,bertutur sapa halus,tidak menunjukkan ekspresi tidak suka atau marah secara terbuka.sementara masyarakat wilayah indonesia timur dikenal penyuka rasa pedas dan asin serta terbuka dalam menunjukkan ekspresi marah ataupun tidak suka. pada kami berdua,stereotip tersebut tidak berlaku. sahabat saya memiliki tutur sapa halus,ramah,tidak mudah marah,sangat sopan bahkan saat tertawa dia akan menutupi mulutnya, sebagaimana ajaran luhur bagi para perempuan jawa. satu lagi,dia penyuka rasa manis, berkebalikan dengan saya yang lebih menyukai rasa asin. 

ilustrasi di atas, menggambarkan bahwa perbedaan itu sangat dekat dengan kita. sama-sama berhidung pesek,muka bulat, bibir tipis, rambut lulus,ternyata tidak menutup kemungkinan bahwa kita berbeda dengan orang lain.coba saja,amati ciri-ciri wajahmu dan temukan persamaan dengan ciri wajah temanmu.sekalipun banyak ciri yang sama, wajah kalian berbeda bukan? itulah mahakarya sang pencipta. (Bersambung Masih ada Lanjuttannya )

Oleh :Eva Mutiara

Hits (3)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00
Sekolah Yang Nyaman, Sekolah Tanpa Kekerasan Dan Pelecehan

Sekolah Yang Nyaman, Sekolah Tanpa Kekerasan Dan Pelecehan

Sekolah merupakan tempat belajar para siswa. Sebagai tempat belajar, sudah sepatutnya sekolah menciptakan lingkungan yang aman bagi para siswa. Meski demikian, bukan berarti sekolah menjadi tempat belajar yang steril dari masalah. Setiap sekolah pasti mempunyai masalah, misalnya masalah kekerasan, baik itu dalam bentuk pelecehan, diskriminasi, senioritas, geng dan lainnya. Sekolah yang nyaman diharapkan mampu menjadi fasilitator untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Namun, sekolah yang nyaman itu seolah-olah hanya seperti impian yang tidak terwujud. Kasus-kasus pelecehan masih kerap terjadi di sekolah, namun hal ini terjadi berulang tanpa ada penyelesaian. Selama ini, kekerasan belum menjadi perhatian khusus bagi sekolah. Pihak sekolah dan para guru telah dipusingkan oleh kurikulum yang berubah-ubah. Para orangtua pun karena merasa sudah membayar, lantas menyerahkan sepenuhnya pendidikan kepada pihak sekolah. Akhirnya masalah kekerasan dalam berbagai bentuknya belum menemukan solusi.

Mari mengawali pemetaan masalah di sekolah
Sebagai salahsatu contoh, seorang siswa merasa tidak nyaman karena mendapatkan pelecehan dari teman lain, karyawan atau bahkan guru. Namun bisa saja siswa tersebut tidak terbuka atau bahkan mungkin bingung harus mengadu kepada siapa. Dampak yang terjadi, siswa tersebut menjadi malas sekolah, murung atau bersikap tertutup. Sebagai orangtua, jika kita menemukan anak malas sekolah, lebih bijaksana jika tidak langsung menghujatnya sebagai pemalas. Bisa jadi siswa tersebut mengalami pelecehan dan merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekolah.
Selain itu ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, sebab dapat menjadi pemicu terjadinya kekerasan dalam berbagai bentuk.

Teknologi 
Teknologi  semakin canggih, segala  informasi bisa didapat tanpa keluar rumah. Bermodalkan modem,berlangganan internet,handphone yang dilengkapi dengan fitur lengkap bisa browsing apa saja yang kita inginkan. Situs porno, berbagai kontes perkelahian yang ekstrempun begitu mudah diakses. kemajuan teknologi memang kita butuhkan namun  tanpa dibarengi dengan mental yang siap justru menimbukan dampak negatif bagi generasi kita.
Keluarga dan teman
Pola asuh, minimnya waktu bersama anak sebagai akibat pemenuhan kebutuhan hidup yang kian berat, juga menjadi factor munculnya kekerasan. Anak tidak lagi menemukan kebahagiaan, perhatian dan kasih saying yang cukup dari keluarga. Teman menjadi tempat mereka menjalani hari-hari minim kasih sayang. Jika ternyata teman bergaulnya memiliki kedekatan dengan kekerasan, sudah pasti anak kita mudah terpapar kekerasan. Baik sebagai pelaku ataupun korban. 

Perkembangan anak.
Seiring tumbuh kembangnya, di usia remaja anak memiliki keingintahuan yang besar akan berbagai perubahan pada tubuh dan hasratnya. Orangtua perlu membuka diri untuk tempat belajar bagi anak terutama berkaitan perubahan organ reproduksinya. Kehamilan tidak diinginkan, terkadang dipicu pengetahuan mengenai seksualitas yang kurang.
Pengetahuan seks juga dapat menghindarkan anak dari tindak kekerasan seperti pelecehan seksual. Sebab anak akan memahami apa saja yang yang boleh dilakukan , tidak boleh dilakuan, yang harus dilindungi, dijaga dan lain sebagainya

Melihat beberapa fakta di atas, lalu apa yang dapat dilakukan sekolah untuk meminimalisir terjadinya kekerasan ?
Sekolah perlu membuat forum khusus komunikasi para guru, kepala sekolah dan orang tua murid. Dari forum ini, diharapkan setiap siswa yang mengalami tindak pelecehan dapat melaporkan secara nyaman saat ia menyaksikan atau menjadi korban tindak asusila tersebut tanpa rasa was-was terhadap segala bentuk ancaman. Dalam menyelesaikan kasus pelecehan dan kekerasan pun forum diharapkan mampu bersikap bijak, baik bagi si pelaku maupun si korban. Harapannya, tindak kekerasan termasuk pelecehan bisa dicegah. Setidaknya dengan adanya forum khusus ini, si pelaku akan berpikir panjang untuk melakukan tindak kekerasan dan asusila. Mari kita ciptakan sekolah tanpa kekerasan.

Oleh : Hambar Riyadi dan Siphen Purwanto

Hits (10)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00
senioritas

sniority

Senioritas merupakan keadaan lebih tinggi dalam pangkat, pengalaman maupun usia.  Budaya Senioritas tak pernah luput dalam kehidupan di lingkungan sekolah. Panji-panji kuno pun kerap sekali diserukan supaya budaya senioritas itu tetap langgeng. “Junior harus mengikuti segala perintah senior,”, “senior itu tak pernah salah”. hal itu menjadikan bentuk senioritas terkesan kejam dan sulit diputus.

Sebenarnya budaya senioritas itu boleh-boleh saja dilakukan, apabila tujuannya untuk berbagi ilmu dan informasi. Sebagai manusia yang sedang tumbuh, kita tak bisa memungkiri bahwa kita harus belajar dari manusia yang sudah berpengalaman atau manusia yang lahir lebih dahuu daripada kita. oleh karena itu, senioritas berfungsi untuk membagi pengalaman dan informasi agar generasi berikutnya dapat menjalani kehidupan lebih baik. setelah memberi informasi dan ilmu, seorang senior diharapkan memberi kebebasan kepada sang junior untuk menjalankan sesuai yang dipahaminya. tentu dengan kondisi seperti diatas, saya kira budaya senioritas bukan menjadi persoalan.

Namun senioritas menjadi persoalan apabila si senior tak paham apa yang diajarkan kepada sang junior. sebagai contoh seorang senior mewariskan geng sekolah dan mewariskan permusuhan antar sekolah, seorang senior mengajarkan cara membolos dan memalak. contoh-contoh tersebut menandakan bahwa sang senior tak paham akan hal yang diajarkan. apalagi bila senioritas dilakukan dengan cara melakukan pemaksaan, hal ini merupakan pelanggaran. Segala sesuatu bila dilakukan dengan cara memaksa, maka yang terjadi adalah pelanggaran hak asasi.

terlebih budaya senioritas dilakukan atas dasar dendam, bukan berbagi ilmu, hal ini sangat fatal sekali. sebagai contoh, apabila kita pernah mengalami senioritas di sekolah dengan cara dihukum fisik lari, push-up dan sebagainya. atau saat menjadi junior kita pernah disakiti dan dipukul senior kita karena membantah. saat itu tentu yang kita rasakan adalah sakit hati. namun ketika kita menjadi senior malah merasa dendam dan ingin melampiaskan kepada adik kelas kita. maka tindakan balas dendam tersebut merupakan kesalahan besar. sebagai manusia kita tidak pernah belajar dan tidak mau mengubah keadaan. apabila kita pernah sakit hati saat menjadi junior, seharusnya kita menjadikannya bahan evaluasi dan berani mengubahnya, sehingga saat kita  menjadi senioritas kita tidak menyakiti dan melanggar hak asasi junor kita.

Kesimpulannya,  tradisi senioritas yang memaksa dan menyakiti  harus diubah.  Senioritas boleh dilakukan atas dasar berbagi ilmu dan dengan cara yang baik. Senioritas tidak boleh dilakukan apabila didasari perasaan dendam untuk menghukum dan membullying si junior.  semoga kita bisa belajar dan berani menjadi generasi yang memutus budaya kekerasan dalam senioritas. hal ini butuh keberanian dan pengorbanan. mari kita bersama-sama memulainya.

salam persahabatan cinta dan damai.

Oleh : Hambar Riyadi

sumber gambar : https://watatita.wordpress.com/2010/10/07/

Hits (10)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00

Berita Photo

Pendampingan Pendidikan Tanpa Kekerasan SMA 10
Pendampingan Pendidikan Tanpa Kekerasan ...

Festival Teater Anak 2012 “Perayaan Kampung Anak Indonesia”.

Festival Teater Anak 2012 “Perayaan Kampung Anak Indonesia”.

Pada tahun ini, Anak Wayang Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Teater Anak untuk yang ketiga kalinya. Festival kali ini mengusung tema “Perayaan Kampung Anak Indonesia”. Festiv...

Hits (1203) 2012-07-05 22:16:22

Awi adakan Pelatihan Kurikulum “Pembelajaran Bernas, Anak Cerdas”

Awi adakan Pelatihan Kurikulum “Pembelajaran Bernas, Anak Cerdas”

Lembaga Anak Wayang Indonesia (AWI) adalah sebuah organisasi non-profit yang bergerak di dunia anak. Sejak didirikan pada 1998 di Yogyakarta, AWI aktif mendampingi anak-anak. Dengan bekerjasama dengan...

Hits (734) 2012-06-03 19:24:55

Awi Video