Festival Teater Anak 2012 “Perayaan Kampung Anak Indonesia”.

Pada tahun ini, Anak Wayang Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Teater Anak untuk yang ketiga kalinya. Festival kali ini mengusung tema “Perayaan Kampung Anak Indonesia”.

Festival ini bertujuan untuk memberikan ruang untuk berekspresi bagi anak, merayakan kampung sebagai tempat belajar dan menjadi ajang untuk menyuarakan aspirasi serta ekspresi kecintaan anak terhadap kampung mereka.

Selain itu, Festival ini juga dimaksudkan untuk menjaring dukungan dari masyarakat luas, untuk mewujudkan kampung yang ramah bagi anak, dan berorientasi pada pemenuhan hak mereka (anak).

Senin, 9 Juli 2012
Tari Anak Ledok Tukangan
Teater Anak Mergangsan
Penyerahan Hadiah Juara Liga Bola Anak Kampung (LIMPUNG)
Teater Anak Ledok Tukangan
Launching Film Perdamaian "Pelanggan Special" by Komunitas Lektumijan


Selasa, 10 Juli 2012
Jimbe Remaja Juminahan
Pantomime Anak Jagalan
Tari Yapong Anak Jagalan
Ketoprak Remaja "MAger Sari" by Komunitas Mandegani

tempat : Auditorium Lembaga Indonesia Perancis (LIP) / IFI Jl. Sagan No.3 Yogyakarta

waktu :

9 Juli pukul 19:00 dan 10 Juli pukul 22:00



Mari berlibur dan merayakan kampung kita...
Hidup anak Indonesia...hoorrrreeeeeeeee

Hits (7)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00
120 Pekerja Usia Anak Madiun Kembali Sekolah

Madiun - Sebanyak 120 pekerja usia anak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kembali bersekolah setelah mengikuti pendampingan pekerja anak program Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) di wilayah setempat.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Madiun, Beny Adi Wijaya, Jumat, mengatakan, pendampingan tersebut telah dilakukan oleh Dinsosnakertrans selama 25 hari kerja dari 7 Mei - 7 Juni 2012.

"Sebanyak 120 anak tersebut merupakan pekerja anak dengan usia sekolah dari beberapa desa yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun," ujar Beny.

Menurut dia, pendampingan program PPA-PKH merupakan program nasional yang bertujuan untuk mengurangi jumlah pekerja anak dari rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang putus sekolah dan bekerja. Mereka akan ditarik dari tempat kerja dan dikembalikan ke dunia pendidikan.

Dari 120 pekerja anak yang masuk pada kegiatan pendampingan tersebut, ada 105 orang anak ingin masuk ke sekolah formal, satu orang anak masuk pendidikan nonformal atau kejar paket, dan 14 orang anak ingin mengikuti pelatihan ketrampilan.

"Dengan program yang sudah kami laksanakan, semoga anak-anak tersebut tidak kembali ke dunianya sebagai pekerja anak. Tapi kembali ke sekolah seperti anak-anak lainnya. Karena itu, kami akan terus melakukan pemantauan," kata Beny.

Pihaknya sadar, jumlah riil anak yang bekerja di wilayahnya lebih banyak. Namun, sejauh ini yang berhasil dijaring oleh tim adalah sejumlah demikian.

Ia menjelaskan, hal yang melatarbelakangi masalah pekerja anak sangatlah kompleks. Sebab hal itu terkait dengan masalah kemiskinan. Dengan alasan mendapat penghasilan untuk meringankan beban orangtua, anak-anak yang seharusnya belajar pada jam sekolah, justru mencari uang.

Adapun, pekerjaan yang mereka lakukan antara lain, buruh tambang, kuli bangunan, loper koran, tukang semir sepatu, buruh membuat genteng dan batu bata serta lainnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Madiun, Mardi'i, menambahkan, kebanyakan dari para pekerja anak tersebut putus sekolah serta masih dalam usia wajib belajar sembilan tahun.

"Untuk mengembalikan mereka ke sekolah, tim yang ditunjuk melakukan pendekatan ke orangtua dan memberikan bekal pendidikan serta ketrampilan kepada anak," kata Mardi'i.

Pemkab Madiun melalui program ini, menargetkan akan menarik sebanyak 3.000 pekerja anak di tahun 2012. Diharapkan, dari jumlah 120 anak tersebut akan terus bertambah, sehingga angka anak yang kembali bersekolah dan tidak bekerja di Kabupaten Madiun semakin banyak. (*)

Hits (3)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00
Awi adakan Pelatihan Kurikulum “Pembelajaran Bernas, Anak Cerdas”

Lembaga Anak Wayang Indonesia (AWI) adalah sebuah organisasi non-profit yang bergerak di dunia anak. Sejak didirikan pada 1998 di Yogyakarta, AWI aktif mendampingi anak-anak. Dengan bekerjasama dengan PT Sari Husada untuk melakukan aktivitas bersama 11 PAUD percontohan yang ada di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta. Salahsatu aktivitas tersebut adalah peningkatan kapasitas pendidik dan pengelola PAUD. Pada bulan April 2012 lalu, pendidik PAUD dijadwalkan akan memperoleh pelatihan bertema Kurikulum “Pembelajaran Bernas, Anak Cerdas”.
    Pelatihan tersebut dilaksanakan berdasarkan data yang Awi peroleh dari lapangan, sebagian besar pendidik PAUD  percontohan tidak memiliki latar belakang sebagai pendidik. Hal tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan peningkatan kemampuan implementasi kurikulum antara lain: proses penyusunan Rencana Kegiatan Belajar yang memenuhi keseluruhan aspek pembelajaran. Selain itu pendidik PAUD belum menuangkan seluruh aspek pembelajaran dalam rencana kegiatan belajar. Pembelajaran terkadang berjalan sesuai improvisasi pendidik. serta belum terlihat adanya pemisahan target capaian kemajuan anak sesuai usia.
Dari kegiatan ini Anak Wayang Indonesia bertujuan mencoba merumuskan kebutuhan kerangka pelatihan diantaranya Proses implementasi kurikulum, Aspek yang harus termuat dalam Rencana Kegiatan Pembelajaran sesuai usia anak.dan Potensi wawasan lokal seperti seni tradisional, dolanan anak, pangan lokal, dll. Harapannya, para pendidik PAUD dapat memasukkan unsur wawasan lokal ke dalam pembelajaran.

Hits (7)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00
AWI - Sari Husada adakan kegiatan bersama PAUD percontohan

Anak Wayang Indonesia (AWI) sebagai mitra program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan Sari Husada, mengadakan berbagai aktivitas bersama PAUD  Percontohan yang ada di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta. Program yang dilaksanakan tersebut adalah


1. Penanaman tanaman dan sayur dalam pot


    Program bertujuan agar anak memiliki pengetahuan mengenai makanan dan tanaman yang bernutrisi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Harapannya, anak memiliki wawasan lingkungan dan kesehatan.
    Program ini menstimulasi anak untuk mengasah kecerdasan natural mereka. Selain itu, pada proses pelaksanaannya anak diajarkan pengetahuan mengenai tanaman dan juga diajarkan untuk mengantri(kecerdasan interpersonal).
    Proses dari setiap kegiatan, anak diajak untuk mengenal sayur atau buah yang akan ditanam. Anak juga diperlihatkan bentuk dan rasa dari buah. Setelah itu anak dijak untuk mengetahui manfaat tanaman tersebut. Proses terakhir, anak diajak untuk menanam dalam pot-pot kecil.

2. Workshop variasi makanan


    Workshop ini terwujud dalam rangka mendekatkan kembali masyarakat pada tanaman lokal yang bernutrisi. Tujuan dari program ini agar orangtua memahami dan menerapkan pola makan berorientasi pada pembangunan kecerdasan anak dengan makanan bernutrisi tinggi yang berbasis sumber pangan lokal dan tradisional.
    Pangan lokal kian terpinggirkan dan tergantikan oleh produk olahan gandum. Ganyong, garut, suweg, ketela menjadi bahan pangan yang semakin tidak dikenal.Varian pengolahannyapun hanya dikenal oleh sebagian orang yang memang memiliki kepedulian khusus pada sumber pangan lokal.Masyarakat pada umumnya lebih akrab pada hasil olahan gandum. Padahal, Indonesia tidak memiliki ladang gandum.

     Sejauh ini, kebutuhan nasional akan gandum dipenuhi dari mengimpor. Sebenarnya, olahan yang akrab bagi masyarakat seperti roti dan aneka kue juga dapat dihasilkan dari bahan dasar pangan lokal. Misalnya saja dari tepung mocaf(modified cassava) dapat diolah menjadi brownies, roti kukus hal tersebut karena kedekatan karakter antara mocaf dan terigu. Tepung garut dan ganyong cocok diolah menjadi nugget bahkan kastengel.
    Bermula dari berbagai potensi pengolahan pangan lokal, maka tercetuslah keinginan untuk mempopulerkan kembali pangan lokal pada masyarakat. Pada setiap sesi pembelajaran,orangtua diajak berdiskusi berkenaan dengan pangan lokal. Orangtua diajak untuk kembali pada olahan pangan lokal yang ternyata memiliki kandungan gizi optimal dibanding dengan produk impor. Caranya, dikenalkan kembali pada bentuk, manfaat,kandungan gizi dan variasi menunya.

Hits (7)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00
Anak Indonesia Padati Festival Budaya Anak Bangsa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan anak Indonesia memadati Taman Ismail Marzuki untuk menghadiri Festival Budaya Anak Bangsa 2011 dalam rangka memeriahkan Hari Anak Sedunia, Minggu (20/11/2011).

Pantauan Tribunnews.com, anak-anak nampak bersemangat dan ceria mengikuti Festival yang memang diperuntukkan bagi anak Indonesia. Nampak pula para orang tua mendampingi putra putrinya mengelilingi berbagai stand yang ada di Festival dan menemani anaknya mengikuti ajang perlombaan.

"Festival ini dibuka selama enam hari mulai 18 sampai 23 November 2011. Dan banyak respon positif dari anak Indonesia dan orangtua mereka menyambut Festival ini," jelas Direktur Utama Mekar Pribadi selaku penyelenggara Festival, Oetari Noor Permadi, Minggu (20/11/2011) di TIM.

Permadi mengatakan, setiap tahunnya mulai dari 2009 sampai dengan tahun ini 2011, semakin banyak pihak yang membantu terselenggaranya Festival ini, diantaranya Depkominfo, KPPA, Kedubes Jepang, Kedubes Mexico, budayawan, tokoh masyarakat, sekolah negeri dan swasta bahkan sekolah internasional.

"Dengan banyaknya dukungan berarti Festival ini bisa mewadahi ekspresi seni budaya anak-anak Indonesia," ucap Oetari.

Oetari menambahkan, Festival akan ditutup pada 23 November 2011 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov DKI dan dimeriahkan oleh 200 pelajar dan mahasiswa yang akan memainkan musik angklung bersama Maestro Musik Angklung, Kang Obby Wiramihardja.

Hits (3)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00
Konferensi Anak Dengungkan "Ayo Kita Jujur"!

JAKARTA, KOMPAS.com - Konferensi Anak Indonesia 2011 yang dihadiri wakil anak-anak dari berbagai daerah di Tanah Air mengusung tema utama "Ayo Kita Jujur". Ketua Kurikulum Konferensi Anak Indonesia 2011 Johanna Ernawati, Senin (14/11/2011, di Jakarta, mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan Majalah Anak Bobo, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta UNICEF.

Pada hari ini, konferensi akan dibuka secara resmi oleh General Manager Media Anak Kompas Gramedia Koes Sabandiyah, dan dihadiri para orangtua dan guru-guru.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Majalah Bobo Kussusani menyatakan, Konferensi Anak Indonesia 2011 "Ayo Kita Jujur" diselenggarakan karena keprihatinan pada banyaknya anak-anak Indonesia yang dipaksa melakukan ketidakjujuran saat di sekolah, terutama saat ujian akhir nasional demi ambisi orang tua, sekolah, dan pemerintah setempat.

Delegasi Konferensi Anak Indonesia 2011 akan diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan Bupati Kabupaten Bojonegoro Drs H. Suyoto, MSi tentang tuntutan nilai bagus yang dirasakan anak-anak saat ujian akhir nasional.

"Bupati Bojonegoro kita undang karena pengalamannya menerapkan ’pakta kejujuran’ dan pembangunan sistem pendidikan ujian akhir nasional yang jujur di daerah yang dipimpinnya," paparnya.

Di samping itu, akan diadakan pula diskusi mengenai makna kejujuran dengan Ketua Yayasan Cahaya Guru Henny Supolo. Pembekalan delegasi pada Senin ini akan diakhiri dengan permainan drama yang memiliki muatan pembangunan karakter kejujuran pada anak-anak bersama fasilitator Bina Daya Nugraha.

Ia mengatakan, dalam Konferensi Anak Indonesia 2011 "Ayo Kita Jujur" ini, tim pendidikan Majalah Bobo, Indonesia Mengajar dan Fasilitator Bina Daya Nugraha memasukkan program-program pembangunan karakter kejujuran di setiap pertemuan dengan bermain, bernyanyi, menari, dan diskusi.

Pada hari Minggu kemarin, delegasi anak sudah tiba di Jakarta dan memulai sejumlah kegiatan. Dalam diskusi untuk merumuskan arti jujur menurut anak Indonesia delegasi dengan cerdas dan lugas mengemukakan pendapat mereka tentang kejujuran. Filza Thahirah Amanina, delegasi anak dari Bengkulu berpendapat, berbuat jujur tidak perlu dilakukan untuk mendapatkan imbalan atau pujian orang.

"Berbuat jujur sebaiknya dilakukan dengan iklas untuk diri sendiri," ucapnya.

Delegasi Konferensi Anak Indonesia mengakui berbuat jujur itu susah, berat, dan perlu pengorbanan serta keberanian. Namun, mereka berpendapat jujur harus dilakukan dalam hal besar dan kecil, lebih baik jujur untuk mendapat ketenangan hati, kepercayaan orang lain, keadilan.

Acara puncak konferensi anak akan berlangsung pada Kamis (17/11/2011) mendatang. Anak-anak akan berdiskusi dengan Rektor Universitas Paramadina Dr Anies Baswedan yang juga penggagas "Indonesia Mengajar", Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dr Wahyu Hartomo, MSc serta UNICEF Representative Indonesia Angela Kearney.

Hits (3)Kamis, 1 Januari 1970 07:00:00

Berita Photo

Festival Teater Anak 2012 “Perayaan Kampung Anak Indonesia”.

Festival Teater Anak 2012 “Perayaan Kampung Anak Indonesia”.

Pada tahun ini, Anak Wayang Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Teater Anak untuk yang ketiga kalinya. Festival kali ini mengusung tema “Perayaan Kampung Anak Indonesia”. Festiv...

Hits (1060) 2012-07-05 22:16:22

Awi adakan Pelatihan Kurikulum “Pembelajaran Bernas, Anak Cerdas”

Awi adakan Pelatihan Kurikulum “Pembelajaran Bernas, Anak Cerdas”

Lembaga Anak Wayang Indonesia (AWI) adalah sebuah organisasi non-profit yang bergerak di dunia anak. Sejak didirikan pada 1998 di Yogyakarta, AWI aktif mendampingi anak-anak. Dengan bekerjasama dengan...

Hits (665) 2012-06-03 19:24:55

Awi Video